AVENGED SEVENFOLD tuh band apaan????

Hey!!!! Avenged sevenfold tuh band metal atau bukan????coba dech di dengar serangan distorsi yang di berikan…pada awalnya format band ini merupakan band metal yang berorientasi ke angkatan metal sekarang…sama dech dengan model model metalnya caliban, atau unearth gitu…walau kalau dilihat dari segi musik dan karakter vocal band kita dapat melihat ada kesamaan karakter antara band ini dengan metallica… dangan bungkusan musik yang rada ke modern metal…ingat tapi bukan nu metal…modern metal tuch gak sama dengan nu metal (kayak korn contonya) modern metal lebih berorientasi memainkan musik yang lebih rumit dengan distorsi kasar dan beat yang cenderung lebih cepat. Dan avenged mulanya berada di posisi itu, melihat ikutnya band ini dalam kompilasi mtv headbangers ball. Pada album paling terakhirnya mungkin kita di kejutkan dengan sedikit banyak perubahan tempo beat dan distorsi yang lebih rumit untuk ukuran band modern metal, maksudnya musik merka lebih cenderung berkiblat pada trend heavy metal yang pernah booming waktu silam, tapi mereka gak ninggalin format modern metalnya…salut juga buat m shadow yang udah bikin band yang musiknya rumit tapi gak bikin ngantuk yang dengar dengan alunan beat yang tetap di jaga agar tetap menggigit, tentu saja sangat headbangin. Lumayan cadas lah. Bikin cabik cabik telinga kamu…. Biasanya kan ada terasa kebosanan kalau kita mendengan irama heavy metal yang ribet (kayak dream teather contohnya) tapi hal ini gak bakal kita temui kalau kita mendengar avengedsevenfold, karena keseimbangan beatnya sangat terjaga. Pastinya band ini tetap berada di jalur metal jaman sekarang walau eksplorasi musik mereka lebih ke metal jaman dahulu.

                            

FRIEND ARENT YOUR ENEMY.

Hal yang paling indah dalam sebuah kehidupan merupakan pertemanan, memiliki teman yang dapat berbagi dalam setiap saat merupakan dambaan…hell yeach! Bukan berarti kita harus menentukan status teman dari satu sudut kecocokan kita denganya saja, tetapi teman yang dapat berbagi canda dan saling membangun adalah yang benar sebaiknya teman

Teman yang baik gak akan meninggalkan kamu hanya karena masalah pribadi, teman yang baik, gak akan meninggal

kan

kamu jikalau dia memiliki sosok lain di sampingnya..

Dude!! Kita juga gak boleh asal pilih pilih teman coz may kamu gak bakal ngrasa cocok dengan seseorang yang kamu rasa gak sepaham.

Hal yang paling kamu ingat adalah tanpa teman kamu bukanlah siapa siapa. Teman kita merupakan segala galanya bagi kita…..right

Kami belum kalah…..(kisah seorang pujangga tanpa harga yang mencoba berontak)

Muntah….ku muntahkan rasa benci yang jadi batu ginjal yang menjijikan dalam otakku

Ketidak adilan itu nyata bukan fiktif belaka

Genderang perang seorang pecundang yang terdengar membara seperti api yang menyala

Batas antara nadi kehidupan yang bernyawa

Tergeletak lepas di aspal jalanan

Nyawaku bukan taruhan

Diriku di antara busuk kebencian dirimu

Bicara sekali lagi walau pisau itu tak

kan

tumpul

Tertawai tingkah karenaku bukan mereka

Manusia tanpa identitas dan jati diri terus tertawa

Otak bengalmu sok memberi status jika engkau adalah segalanya

Kupu kupu bahkan lalat pun tau siapa mereka

Darahku kini di kepala

Nadiku kini berdetak

Ini seleraku….terserah padaku….

Aku tak pernah urus sikap binatang mu

Urus sendiri moralmu

Kami bukan kalah

Kami diam kami tau

Anda bukan segala galanya

Anda hanya wujud bangsat yang berselimut daging dan darah

Kata kataku tak cukup untuk anda mengerti

Atau menembus otak

Bengal

mu

Aku hanya pandai menulis epik bohong yang nyata

Tertawai sekali lagi….terserah….

Aku beda terserah biar malam yang menilai…..

Puaskan hasratmu yang berkobar bagai tokai korek api murahan

Yang percikanya membakar jiwa seorang

 

Sekali lagi terserah padaku….

Persetan denganmu.

Baca sendiri….ocehan frustasi

Jika moral jadi tolak ukur bagaimana kami harus bersikap bagaimana cara kita menghargai seorang koruptor busuk bangsat bajingan yang tertawa tawa di antara puing puing kesedihan dan gubuk gubuk tua

Jika tawa itu di dalam sebuah villa mewah bak istana bagaimana mereka bisa percaya jika ada anak yatim menagis di luar

sana

Jika rupiah hanya untuk pemanas ruangan dan mandi bagaimana mereka bisa tertawa lagi di antara manusia dengan sepicis sen dan kelaparan…

Hati nurani sudah mati

Yang muncul hanya sinetron religi konyol cuman berperan sebagai tontonan yang basi memuaskan pemirsa pecinta mistik yang sesungguhnya bertanya di manakah aku…

Di mana sebenarnya moralku…..

Kolonialisasi bangkit lagi di tengah tengah jeritan sebuah negri..

Penjajahan bertopeng globalisasi bukan hanya dongeng pengantar tidur sang ibu di tengah gubuk derita…dan kisah nyata seorang pemulung kepada anaknya

Kapitalisme akar wabah kebobrokan mendoktrin kapitalis kapitalis muda dengan warisan bapaknya yang konglomerat untuk menjajah kaum melarat padahal mereka sudah puas dengan pornogari mereka sendiri

dimana mereka hanya di racun oleh bokong inul daratista atau payudara sang dewi persik

di tengah ceramah sang kyai tentang surga dan neraka

kami sibuk dengan perut kami

di tengah mereka sibuk dengan tuhan

kami sibuk mengais se sen rupiah untuk makan hari ini

di saat mereka belajar ilmu bumi, biologi atau akutansi…

kami sibuk mencari cara menjadi penipu, dan pencuri

uang sekali lagi itu tujuan kami melebihi hati nurani

uang sekali lagi darah para kapitalis bangsat untuk menyiksa kami

 

kesejahteraan itu palsu…

warisan nyata sang kolonialisasi dan konglomeratnya

hanya sebuah janji omong kosong sampah oleh kampanye calon gubernur D.K.I dan presiden R.I

borok yang mengkremasi lahirnya demokrasi yang berjalan tanpa sinergi

membanting tubuh sebuah negri yang berjiwa revolusi

 

jemari ini lelah untuk berkata lagi

karena nurani telah mati………ntang surga dan neraka

tisnta atau risan bapaknya yang konglomerat untuk n sepicis sen dan n yang

HOMICIDE LYRIC...

BOOMBOX MONGER
------------------------------------------------------------------
jika konsumen adalah raja maka industri adalah Kasparov
dan setiap vanguard lapangan tak lebih Lenin dari Ulyanov
mencari poros molotov
yang tak lebih busuk dari kritik kapitalisme George Soros
senyawa dari nyawa kreator dan sendawa para insureksionis berkosmos
ruang diluar buruh dan boss, dan kertas Pemilu yang kau coblos
dimana komrad ku mengganti logos dan kamus dengan batu Sisifus
memutus selang infus negara dan institusi sampai mampus
pada lahan bertendensi kooptasi Sony dan empty-V dan para radio penyedot phallus
fasis bertitah 'harus', mengayunkan pedang pada sayap setiap Ikarus
dengan hirarki dalam modus operandi layak Kopassus
microphone bagi kami adalah pemisah kalam dengan pembebasan yang mengkhianati
milisi tanpa seragam koloni, hiphop philantrophy seperti Upski
resureksi boombox yang sama pada Madison Park awal delapan puluhan
membawa ribuan playlist dari Chiapas, Kosovo dan Jalur Gaza
Seattle dan Praha, Checnya, Genoa, Yerusalem, Dili dan Tripoli
untuk api militansi aktivisme yang meredup pasca molotov terakhir terlempar di Semanggi
obituari dari lini terdepan milisi pada garis batas demarkasi
jelaga resistansi lulabi penghitam langit tanpa teritori
logika tanpa kuasa perwakilan yang layak dikremasi
ketika senjata bermediasi, ketika ekonomi dan valas berubah sosok menjadi tirani
jelajahi setiap kemungkinan dengan kain kafan modernisasi
prosa beraliansi dengan
dekonstruksi surga-neraka rakitan, militansi tanpa puritan
Verbal Homicide, Rock-Steady Bakunin, MC Klandestin
pada peta sirkuit boombox para B-boy kami adalah Fretilin dalam kacamata Bakin /

Makhnovist yang melukis realisme sosialis diatas kanvas Dada
Post-Mortem Hip-Hop takkan pernah berkaca bersama Fukuyama
dialektika kami tanpa radio dan visualisasi anti-HBO
tanpa agenda politik partai yang membuat Mussolini membantai D'Annunzio
juga korporasi multinasional yang menjadikanmu lubang senggama
kooptasi kultur tandingan yang berunding dalam gedung parlemen Partai Komunis Cina
yang mereproduksi Walter Benjamin ke tangan setiap seniman Keynesian
yang mensponsori festival insureksi dengan molotov cap Proletarian®
instruksi harian dalam mekanisme kontrol pergulatan menuju amnesia
lupakan Colombus, karena Bush dan Nike® telah menemukan Amerika®
inkuisisi mikrofonik dalam kuasa estetika
yang merevolusikan pola konsumsi menjadi intelektualisme organik seperti Gramsci
ekonomi membuat kami mendefinisikan otonomi pada mesin foto kopi
rima anti-otoritarian memandikan bangkai Hiphop® yang tak pernah kau otopsi
membaca peta kekuasaan seperti KRS-ONE dan MC Shan
sambil meludahi modernitas seperti Foucault diatas neraka Panopticon
ketika Moralitas® telah berubah menjadi candu seperti Marxisme® dan Agama®
maka MC mengambil mikrofon dan melahirkan tragedi dari puncak Valhalla
karena Ardan® dan kalian hanya akan melahirkan kombinasi busuk seperti Iwan
dan Djody, dikotomi antara Farakhan, Amrozy, dan Nazi
bongkar paksa setiap parodi labirin eforia sensasional Harry Roesli
B-boy semiotika artifak simultan antara ekstasi dan revolusi
setiap properti privat adalah galeri dan merubah eksistensi
menjadi pertahanan paling ofensif para Darwinis yang menolak menjadi partisan /

Saya teringat saat awal 80-an, entah tahun berapa tepatnya, didekat sebuah SD Inpres dekat rumah terdapat sebuah lapangan volley dimana setiap sore diadakan acara breakdance yang selalu saya tonton sebelum saya pulang sekolah. Saya tak pernah bisa breakdance dan memilih untuk duduk dipojok dekat sebuah tape besar yang memasok ritme bagi mereka yang berpartisipasi di atas lembaran kertas kardus. Saya selalu ingin memiliki tape jenis itu, yang tak pernah saya dapatkan hingga setahun kemudian, justru saat demam breakdance sudah mulai habis, ketika ayah saya pulang dari pasar loak di Cihapit membelikan sebuah boombox sebesar jendela dan sebuah soundtrack film Tari Kejang sebagai hadiah ulang tahun. Saya sangat bangga dengan boombox itu terlebih ketika melihat boombox yang hampir mirip dipakai LL.Cool.J untuk sampul album pertamanya, 'Radio, hingga hampir setiap hari saya bawa kemanapun saya bermain, meski tanpa baterai sekalipun. Dan memang demam breakdance melenyap, karena 'era'-nya sudah lewat dan 'Jack The Ripper', 'King of Rock' dan 'Rebel Without A Pause' pun tidak cocok untuk breakdance dan boombox itu berubah fungsi menjadi sebuah tanda tak langsung untuk mengatakan bahwa lagu yang diputar teman tetangga saya sucks. Wham sucks, Lionel Richie sucks. Memasang musik hingga indikator volume memerah. Dua dasawarsa telah lewat, boombox itu telah rusak dihajar umur. Namun kami besar bersama hiphop yang sama yang pernah diputar di tape itu. Hiphop yang notabene sebuah kultur asing yang kami tak memiliki tradisinya, bukan wayang golek dan bukan kecapi suling. Hiphop yang sama yang mengenalkan kami dengan sebuah semangat menghajar kebosanan dan cara-cara verbal dan fisik menampar status quo dan sekaligus sebuah rasa cinta pada kehidupan. Hiphop yang bukan 'bling-bling' yang kami dengar di radio akhir-akhir ini dan yang berotasi di MTV Non Stop Hits. Ini semua membuat kami berandai-andai membayangkan jika seorang B-boy menenteng boombox, lagu apa yang akan mereka putar supaya dapat mewakili mereka merepresentasikan identitas mereka, album apa yang layak diputar sebagai soundtrack keseharian mereka sehingga dapat berbagi semangat dan perasaan pada setiap kawan yang mereka jumpai sekaligus seolah menampar setiap tikus-tikus konservatif yang mencoba menyuruh mereka mematikan boombox tersebut. Kemudian bayangkan kata 'B-boy' digantikan dengan 'setiap orang', jika memang benar konon 'setiap orang' memiliki hasrat. Hasrat yang sama yang kami rasakan hari ini ketika kami menginginkan sesuatu. Sesuatu yang bukan bagian dari sebuah dunia lama yang usang, status quo yang menghalangi kami mendapatkan hasrat. Hasrat untuk lepas dari tirani ekonomi, hasrat untuk lepas dari kontrol, lepas dari imbas kebijakan para segelintir elit dan opresi otoritas, lepas dari kewajiban sok moralis, dari ketakutan terhadap bom yang setiap saat dapat meledak didepan teman dan keluarga kami, lepas dari usaha-usaha penyeragaman dunia, dari kontrol dan imbas manusia-manusia yang berlomba berkompetisi untuk mengejar hasrat-hasrat mereka, dari hegemoni negara dan korporasi, lepas dari kooptasi para mencret-mencret dasamuka bisnis untuk kemudian membayangkan setiap orang bekerjasama, berko-operasi untuk setiap kebutuhan dan hasrat mereka. Sebut itu utopia. Namun yang pasti hasrat itu kali ini harus kami capai bukan dengan sekedar duduk dan menunggu karena saya yakin ia tak akan pernah datang dalam bentuk kado ulang tahun. Now I got the brand new box and i'm about to pass it. Make sure everything remains raw then gimme ya playlist.


taken from :

Mynamix Fineststars

untuk kalian semua ketahui

BEDAIN DONK EMO AMA POP ROCK

 Hey…orang bilang emo tuh cuman coveran musik pop cengeng yang di cover sok cadas…hey that’s aren’t true at all.

Hey gimana gak, bedain yach kalo kita mendengar musik dari band band pop biasa mungkin kita gak akan banyak dapat mendapatkan sesuatu yang benar benar beda daripada kita dengerin emo.

Kalo band pop biasanya mereka cenderung mengangkat tema yang udah kadaluarsa yang dilempar untuk memenuhi hasrat pasar…apa pasarnya?...ya anak muda. Yach tema mereka paling bolak balik di situ situ aja tanpa ada benar benar keinginan membuat lirik lagu yang dari hati

Selain itu kalau band pop rock biasanya cenderung membuat lirik lagu , mungkin temanya sama dengan band band emo, tapi lebih cenderung dilihat dari sisi “terang” yang mungkin gak punya emosi buat orang yang mendengar. Inilah bedanya dengan emo dengan musik lainya….emo memandang dari sisi yang lebih gelap dari kehidupan….itu jelas. Lebih ke perasaan yang suram dan tertekan yang mungkin gak bakal dapat di capai oleh band pop rock lainya…dan mempertahankan ciri tersebut lalu membungkusnya dengan distorsi yang lebih berat dan mungkin sedikit kasar, bahkan beat yang cepat..di tambah suara scream yang benar benar scarry for heart abiss, di sela sela itu musik selalu di hiasi oleh melodi melodi gak jelas yang selalu mengiringi…..jelas beda sama band pop rock biasa,

Coba dech dengerin yang paling sederhana “alone at last“ lah…..

 

Memang sech ada kecenderungan karakter vocal band emo yang cenderung monoton, gitu gitu aja, gak peduli dalam ataw luar negri…sama semua…..yeach but that are first identity yang menmciri khas

kan

musik itu we called “emo”

 

First time aq denger dulu aq sempet gak bisa bedai mana “alone at last” atau “

Jakarta

flame” abis mirip banget

 

Jelas banget kan emo tuch gak sama dengan pop rock